Rabu, 22 Juli 2015

The Last is The Begining

Semilir membelai sang bayu membisikkan pesan, membuatku terhentak dalam kebimbangan yang menyergap dan tiba-tiba langkah ini pun terhenti, sesaat kucermati kembali jalan jauh membentang yang telah terlewati dan kembali ku pandang ke depan jalan membentang yang samar oleh kabut yang menyelimuti. Ku pejamkan mataku, ku benamkan jiwaku dan kubasahi bibirku dengan namaNya. Sungguh segalanya telah berubah dan keputusan telah dibuat, hingga tak berdaya jiwa ini untuk merubahnya. Inikah tarbiyah kesabaran dan keikhlasan dariNya ?

Namun perjalanan ini belum berakhir. Ini hanya bagian dari episode perjalanan yang harus kuakhiri. Bagaimanapun diriku harus membuat keputusan dari setiap pilihan dalam kehidupan. Ku hempas getirku untuk membuka genggaman tanganku, semakin nyata ku sadari bahwa sesungguhnya tiada yang pergi atau hilang dari genggaman. Ternyata selama ini di balik erat genggamanku yang tersimpan hanyalah hampa. Seketika jantung berdegup tak menentu, lidah kelu dalam beku, dan raga dingin terbasuh peluh.

“It’s time…it’s time…”, bisikku dalam jiwa. Perlahan tapi pasti, kurangkai kembali serpihan-serpihan jiwa yang terserak. Apapun yang terjadi perjalanan ini harus ku lanjutkan. Untuk terakhir kalinya ku pandangi paras polos tersebut yang berdiri jauh di ujung sana dan kusampaikan senyumku padanya. Sebenarnya kian terkoyak setiap kali menatapnya, seorang perempuan sebaya yang akan menyempurnakan diennya. Namun layaknya pohon besar yang kokoh nan rimbun, diriku harus tetap kembali berdiri tegap di atas kakiku sendiri serta memberikan manfaat dan meneduhkan bagi orang-orang di sekelilingku dengan cinta, tanpa terkecuali terhadap perempuan sebaya tersebut. “I must be strong girl. Bismillah…I can…I can…”


Dengan langkah gontai, ku rengkuh kompasku (read: Sholat) dan ku cermati kembali peta perjalananku (read : Al Qur’an). Helaan nafas ini terasa begitu berat, tapi kini tekatku telah bulat. Diriku akan mengubah rencana perjalanan selanjutnya serta menutup episode ini dengan Hamdalah, inilah akhir episodeku dan awal episode bagi yang lain. Diriku akan membuka episode baru dengan cerita, perjalanan dan orang-orang yang berbeda. “Bismillah…, open eyes, open mind and open heart. Let’s move up !”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar