Semilir
membelai sang bayu membisikkan pesan, membuatku terhentak dalam kebimbangan
yang menyergap dan tiba-tiba langkah ini pun terhenti, sesaat kucermati kembali
jalan jauh membentang yang telah terlewati dan kembali ku pandang ke depan
jalan membentang yang samar oleh kabut yang menyelimuti. Ku pejamkan mataku, ku
benamkan jiwaku dan kubasahi bibirku dengan namaNya. Sungguh segalanya telah
berubah dan keputusan telah dibuat, hingga tak berdaya jiwa ini untuk
merubahnya. Inikah tarbiyah kesabaran dan keikhlasan dariNya ?
Namun
perjalanan ini belum berakhir. Ini hanya bagian dari episode perjalanan yang
harus kuakhiri. Bagaimanapun diriku harus membuat keputusan dari setiap pilihan
dalam kehidupan. Ku hempas getirku untuk membuka genggaman tanganku, semakin
nyata ku sadari bahwa sesungguhnya tiada yang pergi atau hilang dari genggaman.
Ternyata selama ini di balik erat genggamanku yang tersimpan hanyalah hampa. Seketika
jantung berdegup tak menentu, lidah kelu dalam beku, dan raga dingin terbasuh
peluh.
“It’s time…it’s time…”, bisikku dalam
jiwa. Perlahan tapi pasti, kurangkai kembali serpihan-serpihan jiwa yang
terserak. Apapun yang terjadi perjalanan ini harus ku lanjutkan. Untuk terakhir
kalinya ku pandangi paras polos tersebut yang berdiri jauh di ujung sana dan
kusampaikan senyumku padanya. Sebenarnya kian terkoyak setiap kali menatapnya,
seorang perempuan sebaya yang akan menyempurnakan diennya. Namun layaknya pohon
besar yang kokoh nan rimbun, diriku harus tetap kembali berdiri tegap di atas
kakiku sendiri serta memberikan manfaat dan meneduhkan bagi orang-orang di
sekelilingku dengan cinta, tanpa terkecuali terhadap perempuan sebaya tersebut.
“I must be strong girl. Bismillah…I can…I can…”
Dengan langkah gontai, ku rengkuh
kompasku (read: Sholat) dan ku cermati kembali peta perjalananku (read : Al
Qur’an). Helaan nafas ini terasa begitu berat, tapi kini tekatku telah bulat.
Diriku akan mengubah rencana perjalanan selanjutnya serta menutup episode ini
dengan Hamdalah, inilah akhir episodeku dan awal episode bagi yang lain. Diriku
akan membuka episode baru dengan cerita, perjalanan dan orang-orang yang
berbeda. “Bismillah…, open eyes, open mind and open heart. Let’s move up !”